Daerah

Bioetanol Gantikan Pertalite, Ekonom Unmul Prediksi Daya Beli Masyarakat Bakal Anjlok

Suara Network — Kaltim Today 08 Mei 2024 06:54
Bioetanol Gantikan Pertalite, Ekonom Unmul Prediksi Daya Beli Masyarakat Bakal Anjlok
Ilustrasi. (Dok. Pertamina)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Daya beli masyarakat diprediksi anjlok jika Pertalite digantikan dengan bioetanol. Hal ini disampaikan oleh Ekonom Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi, menanggapi rencana pemerintah tersebut.

Menurut Purwadi, harga bioetanol yang jauh lebih tinggi dibandingkan Pertalite saat ini (Rp 14.528 per liter vs Rp 10.000 per liter) akan memberatkan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang lesu.

"Problemnya kan hari ini daya beli masyarakat lagi anjlok. Dollar juga lagi ugal-ugalan ya kan," kata Purwadi.

Selain itu, Purwadi juga menyoroti dampak lingkungan dari penggunaan bioetanol, yang memerlukan penebangan hutan untuk lahan kelapa sawit sebagai bahan bakunya. Ia menilai hal ini dapat merusak ekologi dan bertentangan dengan upaya pelestarian lingkungan.

"Saya lihat selain negara kasih izin negara jual kavling-kavling di situ, negara tutup mata dengan kerusakan lingkungan. Ketika mengejar pertumbuhan ekonomi yang profit oriented, seringkali ekologi diabaikan," jelasnya.

Purwadi pun mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencana penggantian Pertalite dengan bioetanol. Ia menyarankan agar pemerintah fokus pada upaya meningkatkan daya beli masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

"Jangan semuanya dipaksakan gitu di tahun bersamaan. Apalagi kenaikan harga berjamaah gitu," tuturnya.

"Oke pertumbuhan ekonomi 5%. Tapi, inflasi 3,8%. Kan beda-beda tipis. Ibaratnya tambal sulam, ga nutup," tambahnya.

Purwadi menekankan, dalam perencanaan pergantian bahan bakar ini, pemerintah juga harus melihat kembali persentase antara pertumbuhan ekonomi dengan inflasi yang terjadi.

"Kalau pertumbuhan ekonomi ada di angka 7% atau 6% dengan inflasi di angka 4% pemerintah ada kesempatan," pungkasnya.

[RWT]



Berita Lainnya