Samarinda

Harga Daging Ayam, Sapi, dan Cabai di Samarinda Meroket Jelang Lebaran

Kaltim Today
10 Mei 2021 15:24
Harga Daging Ayam, Sapi, dan Cabai di Samarinda Meroket Jelang Lebaran
Harga daging sapi juga mengalami kenaikan drastis jelang Lebaran di Pasar Segiri Samarinda.

Kaltimtoday.co, Samarinda - Harga daging ayam maupun sapi hingga cabai di Samarinda meroket jelang Lebaran. Harga berkisar Rp 140-150 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan Kaltimtoday.co di Pasar Segiri Samarinda,Senin (10/5/2021), suasana pasar tampak ramai. Masuk ke kios penjual daging sapi juga ramai dikunjungi. Salah satu pemilik kios, Omay menuturkan, harga daging sapi naik dibandingkan biasanya menjadi kisaran Rp 140-150 ribu per kilogram.

"Kenaikan daging ini dimulai sekitar 5 hari lalu. Biasanya orang tuh kemarin ramai beli Jumat-Sabtu. Menjelang lebaran tinggal 3 hari begini, biasanya ramai lagi," ungkap Omay saat ditemui awak media

Dia menyebut, rata-rata daging yang dia jual dibeli sebanyak 2-3 kilogram. Terkadang ada pula yang 5-10 kilogram. Beda lagi para pembeli yang berprofesi sebagai pedagang, pembelian daging bisa mencapai 2 kali lipat.

"Kalau mau lebaran, jam 1 dini hari sudah buka pasar. Tutup ya sampai sore atau siang. Tergantung habis atau enggaknya. Kita sehari bisa habisin sampai 1 kontainer yang beratnya 15 ton," beber Omay lagi.

Ditanya mengenai perbandingan penjualan antara tahun ini atau tahun lalu, Omay mengungkapkan tak ada perbedaan signifikan.

Harga daging sapi juga mengalami kenaikan drastis jelang Lebaran di Pasar Segiri Samarinda.
Harga daging sapi juga mengalami kenaikan drastis jelang Lebaran di Pasar Segiri Samarinda.

"Kalau awal puasa memang sepi, tapi kalau sudah menjelang lebaran begini ramai saja. Jadi sama saja kalau daging," jelasnya.

Sementara itu, pedagang ayam bernama Haji Mia juga merasakan kiosnya yang ramai dikunjungi pembeli sejak 10 hari lalu. Justru dia khawatir mendekati lebaran sebentar lagi, pembeli mulai sepi karena sudah berbelanja lebih dulu. Biasanya jelang lebaran, pasar akan semakin ramai dikunjungi saat sore hari.

Haji Mia menyebut, penjualan tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu dengan harga ayam yang sempat anjlok sampai Rp 65-70 ribu. Saat ini, untuk jenis ayam telur merah dibanderol seharga Rp 55-60 ribu yang awalnya Rp 45 ribu. Dengan berat 1-2 kilogram.

"Kalau masyarakat itu tahu saja setiap lebaran memang mahal. Cuma kaget saja naiknya sampai Rp 200 ribu untuk ayam potong super. Beratnya 4,5 kilogram. Malah awal puasa itu sempat Rp 100-125 ribu. Enggak ada yang beli," beber Haji Mia.

Tak hanya pedagang daging sapi dan ayam, pedagang cabai juga mengeluhkan kenaikan harga. Salah satunya Haji Arifin. Dia menyebut, per 1 kilogram cabai dibanderol seharga Rp 70 ribu yang naik sejak 3 hari lalu. Pembeli ramai mengunjungi kiosnya saat akhir pekan lalu.

"Sekarang masih Rp 70 ribu. Enggak tau lagi kalau besok. Kalau awal puasa itu masih Rp 40 ribu. Mulai 2 hari lagi, naik sudah ini. Kenaikannya itu bergantung dari sana. Ini ambil dari Sulawesi," ungkap Haji Arifin.

Terakhir datang dari pedagang bawang merah dan putih, Nanda. Bawang juga mengalami kenaikan, namun tak begitu berlebihan. Awalnya seharga Rp 30-32 ribu untuk 1 kilogram, kini menjadi Rp 35 ribu.

"Naiknya enggak seberapa. Sudah naik ini mulai 3 hari lalu. Kalau pembeli sih tetap ramai saja dibanding hari biasa. Kondisinya dengan tahun lalu sama saja," pungkasnya.

[YMD | TOS]



Berita Lainnya