Samarinda

Ikuti Musrenbang di Bengalon, Sutomo Jabir Siap Awasi Usulan Soal Program Rumah Layak Huni dan Beasiswa

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pengalokasian program rumah layak huni hingga kuota beasiswa untuk masyarakat Kutai Timur (Kutim) diharapkan bisa terealisasi. Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sutomo Jabir mendorong itu kepada pemerintah.

Sutomo menyampaikan hal itu di kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Bengalon tempo hari. Wilayah Kutim memang termasuk sebagai salah satu daerah di daerah pemilihan (Dapil) VI.

Baca juga:  Rencana Proyek Terowongan di Sungai Dama, Nursobah: Lebih Efektif Lebarkan Jalan

Jumlah APBD Kutim pada 2021 berjumlah sekitar Rp 2,6 triliun. Sutomo berharap, pemerintah bisa lebih proaktif untuk menjalankan program dari provinsi atau pusat.

“Langkah proaktif pemerintah agar bisa menarik program tersebut masuk ke Kutim. Sehingga berdampak pada keberlangsungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kutim,” ungkap Sutomo kepada awak media.

Musrenbang kala itu dihadiri oleh kepala desa hingga camat. Melalui pertemuan tersebut, politisi dari Fraksi PKB itu berharap aspirasi masyarakat bisa ditampung. Terutama soal infrastruktur hingga program pendidikan.

“Misalnya perbaikan jalan desa, renovasi rumah layak huni, peningkatan sarana pendidikan serta bantuan beasiswa mahasiswa yang berasal dari Kutim,” lanjutnya.

Baca juga:  DLH Samarinda: Pengelolaan Limbah Wajib Dilakukan dan Harus Sesuai Aturan

Sutomo menyatakan siap untuk mengawal dan mengawasi terkait usulan dari masyarakat. Khususnya yang sudah masuk saat Musrenbang di Bengalon berlangsung.

“Saya akan awasi usulan masyarakat. Baik berupa belanja langsung seperti renovasi rumah layak huni, pembangunan sarana pendidikan SMA dan SMK maupun bantuan keuangan provinsi ke Kutim. Termasuk mahasiswa yg mengajukan beasiswa. Kami pantau,” pungkas Sutomo.

[YMD | ADV DPRD KALTIM]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker