Kaltim

Ngaku Positif Covid-19 Tapi Nekat Wisata ke Malang, Pasutri Asal Kaltim Dipanggil Polisi

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pasangan suami istri asal Kalimantan Timur (Kaltim) heboh di sosial media. Pasalnya, sang suami membagikan sebuah foto jalan-jalan ke Malang dan mengaku keduanya positif Covid-19.

Dalam unggahannya pada 27 Januari 2022 lalu, RFA dan AW mengunggah informasi bahwa mereka batal ke Bali lewat Facebook lantaran terkonfirmasi positif Covid-19. Namun bukannya menjalani isolasi mandiri, pasutri ini nekat berwisata ke Kota Malang.

Baca juga:  PTM 50 Persen untuk SMA Sederajat di Kaltim Mulai Diberlakukan

“Batal ke Bali karena mau menyeberang feri Ketapang Gili malah positif Covid-19. Akhirnya keliling Batu-Malang dan sekitarnya,” kicau mereka dalam caption yang menyertai keduanya.

Dia juga mengaku merasakan semua gejala Covid-19, tetapi tetap mengaku terus melakukan perjalanan.

“Om imron kali ini ringan gejalanya, mungkin karna alumni delta sebelumnya jd hampir tak terasa, gejalanya tenggorokan guatel agak sakit spt radang, badan sumer dan bersin2 suedikit, yah seperti divaksin moderna lah tapi jalan2 jalan terooss. Next time bali lah. Ditoko lailai lailai panggil aku si …….” lanjut caption tersebut.

Hal ini membuat Satgas Malang meradang. Wali Kota Malang, Sutiaji langsung melakukan melakukan tracing di pusat pembelanjaan yang pasutri itu tuju. Tracing dilakukan dengan melakukan testing massal, yakni melakukan tes antigen kepada 30 orang yang beraktivitas di dalamnya. Hasilnya, 1 orang positif antigen.

“Testing sudah kami lakukan, dari 30 orang. Satu diketahui positif dari hasil tes antigen,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji disela memantau tracing di lokasi, Senin (8/2/2022).

Baca juga:  SKK Migas Kalimantan Sulawesi Salurkan Bantuan 1.247 Paket Bapokting

Tak hanya itu, Sutiaji juga memastikan, supermarket tersebut akan ditutup selama 14 hari ke depan. Selain dikarenakan menjadi salah satu tempat yang disinggahi pasutri yang mengaku positif Covid-19. Sutiaji menilai,  pihak supermarket telah lalai dalam menerapkan protokol kesehatan sebab tidak menyediakan barcode PeduliLindungi hingga tempat cuci tangan di lokasi.

“Yang lain-lain sudah memenuhi, tapi ada PeduliLindungi tak dipasang. Maka ini kelalaian, sehingga di BAP oleh Satpol PP, ” tuturnya.

“Karena bermuaranya dari toko ini. Kan ini sudah viral. Makanya kami lakukan testing dan tracing setelah ada yang positif. Untuk penutupannya karena disini ada yang terpapar Covid-19. Maka kan yang pegang-pegang itu khawatir,” sambungnya.
Baca juga:  Kemendikbud Larang Perguruan Tinggi Naikkan Biaya Kuliah saat Pandemi Corona
Dalam kasus ini, Polresta Malang juga melayangkan surat pemanggilan terhadap pasutri tersebut untuk dimintai keterangan terkait postingan yang menjelaskan keduanya tengah terkonfrimasi positif Covid-19.
“Sudah kami identifikasi dan ternyata  warga luar Kota Malang, tepatnya di Kalimantan Timur. Saat ini sedang dalam proses pemanggilan Polresta,” kata Kapolresta Malang, Budi Hermanto.
[NON]
Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker