Daerah

Antrean Panjang di SPBU Kukar: Disparitas Harga hingga Maraknya Pengetap Pertalite

Suara Network — Kaltim Today 15 Desember 2023 12:40
Antrean Panjang di SPBU Kukar: Disparitas Harga hingga Maraknya Pengetap Pertalite
Ilustrasi. (Ist)

Kaltimtoday.co - Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya di area Tenggarong, warga kesulitan memperoleh Pertalite, sehingga menyebabkan antrean panjang di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Area Manager Comm, Relations & CSR Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Arya Yusa Dwicandra memaparkan berbagai alasan mengapa BBM jenis Pertalite menjadi sulit didapat di SPBU.

Salah satu penyebab utama adalah disparitas harga antara Pertalite, yang dihargai Rp 10.000 per liter, dan Pertamax, yang dibanderol dengan Rp 13.950 per liter. Perbedaan harga ini mendorong banyak pengguna kendaraan bermotor untuk memilih Pertalite yang lebih terjangkau.

"Karena selisih harganya cukup banyak, sehingga masyarakat banyak memilih untuk beralih ke Pertalite yang lebih murah ketimbang Pertamax," ucapnya. 

Keterbatasan jumlah SPBU di Kutai Kartanegara juga berkontribusi pada masalah ini. Dengan hanya sekitar lima SPBU di Tenggarong, termasuk tiga di Kelurahan Timbau, satu di Kelurahan Mangkurawang, dan satu lagi di Kelurahan Loa Tebu, distribusi BBM menjadi terhambat.

Meskipun kuota Pertalite di Kukar sebenarnya cukup, dengan 136.429 kiloliter (KL) dari total kuota Kaltim sebesar 689 ribu KL, ketersediaan fisik di SPBU menjadi titik lemah. Sekitar 10% dari kuota tahun 2023 belum terdistribusi.

Dwicandra menambahkan, pihaknya menghadapi bottleneck dalam distribusi ke konsumen akibat keterbatasan SPBU dan kurangnya minat investor untuk membangun lebih banyak SPBU.

Selain itu, praktik pengetapan Pertalite juga menjadi masalah serius. Pengetap menjual kembali Pertalite secara eceran, memanfaatkan selisih harga antara SPBU resmi dan harga jual eceran. Penggunaan mobil pribadi oleh pengetap mempersulit SPBU dalam mendeteksi kegiatan ini.

“Kami lagi mencari dasar aturannya karena mereka sekarang banyak modus baru, menggunakan motor dan mobil pribadi yang sebenarnya tidak ada dasar aturan penindakan,” pungkasnya.

[RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya