Samarinda

Pemkot Samarinda Fokus ke Infrastruktur Pendidikan Secara Bertahap

Kaltimtoday.co, Samarinda – Infrastruktur masih jadi tantangan di pelaksanaan pendidikan di Samarinda. Masih ada beberapa sekolah yang menumpang di gedung lain dan bangunannya terdampak banjir. Hingga jumlah ruang kelas yang masih kurang di beberapa sekolah tertentu.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pembangunan infrastruktur secara bertahap. Mulai menambah ruang kelas, membangun sekolah baru, serta infrastruktur pendukung lain di sekolah. Contohnya lapangan sekolah dan penguraian terhadap dampak banjir dengan membangun drainase untuk memperlancar aliran air ke saluran sungai. Agar meminimalisasi terjadinya banjir.

Baca juga:  Rusak Parah, Jalan Poros Rantau Pulung - Sangatta Perlu Penanganan Permanen

“Selain tantangan infrastruktur, juga SDM dalam rangka mewujudkan Samarinda punya guru berkualitas. Makanya secara paralel ditingkatkan, penerapan ilmu teknologi informasi juga tak kalah penting dalam memperkuat daya saing sekolah dan siswa,” jelas Andi saat ditemui awak media di serah terima pekerjaan dana alokasi khusus (DAK) dan rehab sekolah di SMP 13 Samarinda, Selasa (8/2/2022).

Andi juga menyebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda sudah melakukan pemetaan inventarisasi sekolah yang memerlukan pembangunan baru maupun rehabilitasi. Disebabkan anggaran yang terbatas, maka tidak bisa direalisasikan dalam 1 tahun anggaran sekaligus.

“Belanja di sektor lain juga tidak bisa kami tunda. Jadi tahun ini ada beberapa sekolah yang akan kami bangun. Nanti di perubahan lagi, lalu pada tahun depan begitu untuk strategi pembiayaan bidang pendidikan,” lanjut Andi.

Untuk berjuang demi mendapatkan bantuan di provinsi maupun pusat, tak cukup jika hanya mengandalkan surat tanpa disertai detail engineering design (DED)-nya. Adanya DED, maka pemerintah provinsi maupun pusat sudah mengetahui bahwa pihaknya sudah siap membangun. Agar anggaran yang dibutuhkan juga sudah dapat tergambar dengan jelas dan tak perlu lagi menerka-nerka.

“Selama ini memang DAK, APBN, kalau kami tak menyertakan DED, sulit untuk lolos dapat bantuan. Sambil berjalan, ada yang bangun baru, ada juga yang kami rehab. Nanti kami sinergikan saja,” lanjut Andi.

Misalnya seperti penurapan, akan ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda sebab merupakan infrastruktur pendukung pelaksanaan pendidikan. Tahun ini, pembangunan fisik dilaksanakan Disdikbud Samarinda. Untuk itu, pemkot akan menyiapkan SDM teknisnya.

“Sekarang dengan Permendagri Nomor 90/2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah, tanggung jawab pembangunan infrastruktur bidang pendidikan sudah di Disdikbud. Sebelumnya ada di Dinas PUPR,” tuturnya.

Untuk kegiatan fisik pada 2021, terdapat 8 sekolah yang akan dilakukan rehab. Terdiri atas SDN 007 Sambutan, SDN 011 Sambutan, SDN 017 Sungai Kunjang, SMPN 13 Samarinda, SMPN 15 Samarinda, SMPN 29 Samarinda, SMPN 41 Samarinda, dan SMPN 12 Samarinda. Kegiatan tersebut bermacam-macam. Yakni berupa rehab ruang kelas, rehab ruang kelas baru, peningkatan sarana dan prasarana, serta lanjutan pembangunan. Sumber dana berasal dari DAK dan APBD PU. Total pagu mencapai Rp 10.691.196.801.

Baca juga:  Rencana Belajar Tatap Muka Langsung Harus Ada Evaluasi Mendalam

Sedangkan pada 2022, kegiatan fisiknya meliputi 11 sekolah. Terdiri atas SMPN 40, SMPN 45, SMPN 46, SMPN 47, SMPN 48, SMPN 24, SMPN 20, SMPN 31, SMPN 32, SMPN 13, dan SDN 007 Sungai Pinang. Kegiatannya beruapa pembangunan unit sekolah baru, turap, rehab ruang kelas baru, pembangunan laboratorium IPA, pembangunan lab komputer, pembangunan toilet, dan pembangunan aula. Dana berasal dari DAK dan APBD.

Sementara itu, DED fisik tahun 2022 untuk DAK 2023, meliputi 17 sekolah. Yakni SDN 008 Sambutan, SDN 007 Samarinda Kota, SDN 013 Samarinda Utara, SDN 011 Sungai Pinang, SDN 023 Samarinda Utara, SDN 010 Palaran, SDN 010 Samarinda Seberang, SDN 021 Palaran, SDN 014 Sungai Pinang, SMPN 3, SMPN 7, SMPN 16, SMPN 21, SMPN 22, SMPN 36, SMPN 19, dan SMPN 40. Seluruh dana berasal dari APBD dan meliputi kegiatan rehab, rehab bertingkat, pembangunan atau rehab, rehab total ruang kelas, UKS, perpustakaan, toilet, pagar, dan pembangunan lain.

[YMD | RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker