Kukar
Bahasa Kutai Masuk Mata Pelajaran, Awang Rifani: Memang Harus Direvitalisasi
Kaltimtoday.co, Tenggarong — Bahasa Kutai, kini telah masuk kurikulum muatan lokal (mulok) di setiap jenjang pendidikan di Kutai Kartanegara (Kukar). Meliputi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penerapan mulok bahasa Kutai, bakal diterapkan pada tahun ajaran baru 2022-2023.
Kebijakan ini mendapat dukungan Budayawan Kalimantan Timur (Kaltim), Awang Rifani. Menurutnya, berdasarkan penelitian 2019 lalu, bahasa Kutai termasuk kategori terancam punah. Memang harus direvitalisasi bahasa daerah masuk dalam mata pelajaran di satuan pendidikan, karena salah satu program skala nasional. Tingkat Kaltim, yang masuk program nasional yakni bahasa Kutai, Paser dan Kenyah.
"Dulu ada 1990-an Mulok, tapi berhenti karena tidak diikuti dengan peraturan yang lebih tinggi. Sekarang telah dibuat perangkat aturannya, termasuk aturan dibawahnya," ungkap Rifani saat dihubungi Kaltimtoday.co pada Sabtu (2/7/2022).
Baca Juga: Jadwal Bioskop Trans TV 14–20 September 2026: Creed III dan The Bayou Siap Tayang PerdanaView this post on InstagramBaca Juga: Lupa Bawa Kartu Fisik Saat Razia? Ini Cara Mudah Aktivasi dan Tunjukkan SIM Digital Resmi PolriBaca Juga: AHY, Pidato, dan Tafsir PolitikBaca Juga: Insentif Guru Non-ASN Kukar Belum Cair, Disdikbud Minta Sekolah Percepat Rekonsiliasi Data
Dia melihat, saat ini tengah berproses untuk kurikulum mata pelajaran serta menyiapkan buku belajar untuk siswa. Menurut Rifani, mulok ini bisa masuk dalam beberapa mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia. Misalnya, membuat pantun ataupun menyampaikan pidato menggunakan bahasa Kutai.
Dia berharap, segera diterapkan di sekolah-sekolah meskipun secara bertahap. Jika bisa, dimulai tahun ajaran baru 2022-2023 ini. Lantaran, revitalisasi berbagai bahasa daerah juga sudah dilakukan di wilayahnya masing-masing. Apalagi, menghadapi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
"Daerah lain itu sudah berlaku sekian puluh tahun. Sebenarnya kami ini sudah terlambat, tapi lebih bagus daripada tidak," tutupnya.
[SUP | NON]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Erupsi Gunung Anak Krakatau Mereda, Bandara Soetta hingga Halim Kembali Beroperasi Dini Hari
- Minta Nama 8 Korporasi Tersangka Karhutla Diserahkan, Prabowo Ancam Cabut HGU dan Izin Usaha
- Operasional Pasar Pagi Nombok Rp5 Miliar Per Tahun, Komisi II DPRD Samarinda Soroti Beban APBD
- Karhutla Muara Muntai Ditangani Lewat Darat, Titik Api Dinyatakan Zero
- PT Inti Boga Mandiri Tuntaskan Pembayaran Kekurangan Upah dan Lembur Pekerja









