Samarinda
Gubernur Kaltim Belum Bolehkan Sekolah Tatap Muka, Begini Respon Kadisdik Samarinda
Kaltimtoday.co, Samarinda - Gubernur Kaltim Isran Noor mengimbau agar sekolah-sekolah tidak melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) dahulu pada Juli nanti. Hal itu pun menuai respons oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Samarinda Asli Nuryadin.
Asli mengungkapkan, imbauan dari orang nomor satu di Kaltim itu ditujukan untuk tidak mengizinkan sekolah melakukan PTM apabila tidak mengacu pada protokol kesehatan.
“Saya menerjemahkan tatap muka yang ekstrem apa yang dimaksud Pak Gubernur. Tapi, sekolah yang ada di Samarinda sudah jauh hari melakukan tahapan-tahapan yang panjang,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Samarinda Asli Nuryadin, Rabu (21/4/2021).
Dalam pelaksanaannya, Disdik Samarinda telah menyelenggarakan PTM di empat sekolah, yakni SMPN 42 di Berambai, SD-SMP Islamic Center dan SMP Nabil Husein.
Oleh karenanya, kebijakan diperbolehkannya bertatap muka pada empat sekolah itu berada di tangan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Baca Juga: 1.804 Pedagang Tempati Lapak Pasar Pagi Tahap Pertama, Polemik Hak Pemegang SKTUB Belum Usai
View this post on InstagramBaca Juga: Soal Penataan Lapak Pasar Pagi, Pedagang Sarankan Berbasis Arus Pembeli dan Perputaran Uang
“Tapi yang perlu disampaikan sekolah-sekolah yang diujicobakan kalau ditotalkan nantinya menjadi 14. Itu berbanding 320 sekolah, berarti sangat kecil dan itu berada di pinggiran kota,” jelasnya.
Asli juga menjelaskan, apabila PTM tidak dilakukan, maka sekolah di daerah pinggiran yang notabene belum mendapatkan jaringan akan kesulitan untuk belajar. Atas hal itu, Asli mengkhawatirkan apabila sekolah pinggiran akan jauh tertinggal.
“Kalau belajar dengan online jaringan internetnya tidak ada. Kami hanya melakukan uji coba, tetap keputusan akhir ada di orangtua murid,” terangnya.
Bahkan, dia menerima informasi dari Komisi IV DPRD Samarinda, bahwa sembilan sekolah yang sudah dibuka tersebut berjalan dengan baik.
“Ada peninjuan dari dewan ke SD 42 Berambai di Kecamatan Samarinda Utara. Alhamdullilah berjalan baik dan semua Prokes berjalan sesuai aturan. Sistem pelajaran pun terbagi. Di dalam ruangan. Jadi saya kira aman saja dan Samarinda yang pertama menerapkan tatap muka ini. Apa yang disampaikan Pak Gubernur akan saya sampaikan ke wali kota," pungkas mantan Kepala Bappeda Samarinda itu.
[REF | RWT | ADV DISDIKBUD SAMARINDA]
Related Posts
- DPRD Kaltim Kritik Pengembangan RSUD Aji Muhammad Salehuddin II, SDM hingga Fasilitas Belum Maksimal
- Cegah Praktik Keuangan Ilegal, KUHP Baru Ancam Rentenir dan Pinjol Ilegal dengan Pidana Penjara
- Dua Bulan Beraksi Diam-Diam, ART Gasak Harta Kajari Samarinda
- Gedung 12 Lantai Depan UINSI Disorot TWAP Samarinda, Diduga Punya Izin Ganda dan Luasan Tak Sesuai
- Parkir Kontainer Liar di Palaran Disikat, Dishub Samarinda Gembosi Ban dan Bidik Perusahaan Pemilik









