Samarinda

Kapasitas Penuh, DLH Rencanakan Relokasi dan Ubah Fungsi TPA Bukit Pinang

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda merencanakan pemindahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang berlokasi di Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu.

Demikian yang diutarakan Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memimpin rapat koordinasi dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Intip Kegiatan Duta Peduli Sampah Samarinda, Terlibat di Berbagai Kegiatan Lingkungan hingga Donasi Sampah

Andi mengatakan, saat ini kapasitas sampah disana sudah over dari jumlah yang seharusnya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Samarinda, Nurrahmani menerangkan, Wali Kota meminta agar rencana pemindahan dilakukan tahun depan.

Namun, kata Yama, mereka (DLH) sebenarnya menyanggupi bila rencana itu dimulai tahun ini. Dengan catatan kelayakan akses yang akan dibangun menuju TPA harus memadai.

Pun, jika nantinya TPA Bukit Pinang dipindahkan. Maka lahan disana akan beralih fungsi.

“Rencana akan dibangun sekolah TK dan Bank Sampah Induk serta taman. Seperti Taman Sejati yang bekas TPA,” terangnya.

Untuk menunjang agar segera dilakukan pemindahan. Sekarang ini direncanakan pembangunan TPA di kawasan Sambutan.

Baca juga:  Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, IKA Agro STIPER Kutim Tanam 50 Pohon Aren Genjah

Dan, direncanakan berfungsi selama 3-5 tahun kedepan sampai TPA yang lebih representatif rampung dibangun. Ada beberapa pilihan lokasi direncanakan di Palaran dan Batu Cermin.

“Kalau di Palaran itu bekas kegiatan penambangan batu bara yang dihibahkan ke Pemkot. Tapi, kami perlu pelajari apa memenuhi SNI. Karena standarnya harus ada badan air,” ungkap Yama.

Sedangkan untuk persiapan TPA Gunung Cermin, Yama mengatakan, sekiranya harus dipersiapkan lahan 150 hektare. Sementara yang ada sekarang 115 hektare berdasarkan kesediaan warga sekitar.

Baca juga:  Selalu Konsisten Jaga Kualitas, Rasa dan Kerenyahan Camilan Jadi Andalan Elda Eriyani

Pihaknya pun tengah menyiapkan dokumen perencanaan dan mempersentasikan ke Pemprov untuk penetapan lokasi.

Bahkan, kata dia, tak menutupi kemungkinan Samarinda akan memiliki lebih dari satu TPA. Dilihat dari sisa geografis Kota Tepian yang dibelah Sungai Mahakam.

“Kan harus ada DED dan Amdal untuk advis. Memang tak dipungkiri persoalan lahan pasti ada. Kapal selalu berkoordinasi dan berkomitmen, insya Allah bisa diatasi,” pungkas Yama.

[IN | NON | ADV DLH SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close