Kukar

‘Seabrek’ Tugas Pemadam Kebakaran, Jinakkan Api hingga Penanganan Buaya di Kutim

Kaltimtoday.co, Sangatta – Pemadam Kebakaran atau Damkar memiliki tugas yang cukup berat. Semua orang tahu, petugas pemadam kebakaran memiliki tugas memadamkan kebakaran. Namun, dibalik tugas utamanya itu, petugas pemadam kebakaran juga memiliki banyak tugas lainnya dalam melayani masyarakat.

Namun, siapa sangka, sang pemadam rupanya memiliki banyak tugas.

Baca juga:  Vaksin Anak di Kukar Sudah Digalakkan 

“Tugas kami bukan cuma menangani kebakaran, tetapi mencakup pula penyelamatan,” ujar Kepala Disdamkar Kutim, Failu saat ditemui, Selasa (7/6/2022).

Failu menyebutkan, petugas damkar menjadi sosok terdepan dalam penanganan bencana mulai dari kebakaran, pohon tumbang, hingga menyelamatkan hewan. Hampir setiap hari, pihaknya menerima permohonan bantuan melalui call center untuk segala jenis urusan.

“Intinya pemadam adalah menangani kebakaran. Tapi di luar kebakaran, kami memiliki seksi penyelamatan dan evakuasi,” sebut Failu.

Menurut Failu, penanganan sarang tawon menempati urutan teratas dari jumlah penyelamatan dan evakuasi kategori animal rescue.

“Penanganan sarang tawon sebanyak 120 kejadian. Kami prioritaskan sarang yang membahayakan masyarakat seperti di sekolah, pasar hingga rumah pribadi,” ujarnya.

Hampir seluruh penanganan sarang tawon, kata Failu, berada di bagian yang sulit dijangkau manusia. Adapun jenis tawon yaitu tawon vespa atau Vespa affinis.

Baca juga:  Diarpus Kukar Gelar Festival Pelangi Literasi, Berbagai Agenda Disajikan

“Dari semua kasus yang ditangani, ada sarang tawon berdiameter mencapai satu meter,” ujarnya.

Untuk menangani sarang tawon, Failu menjelaskan, petugas selalu dilengkapi alat pelindung diri dan alat yang sudah terstandarisasi. Namun beberapa kasus penanganan, ada petugas yang terkena sengatan.

“Ada petugas kami yang tersengat ketika menangani sarang di sekolah,” ujarnya.

Baca juga:  Tahun Ini, Dinas PU Kukar Fokus Peningkatan Infrastruktur Jalan

Di tempat kedua, penanganan terhadap hewan terjadi pada orang utan yakni sebanyak 8 kali. Sedangkan penanganan ular sebanyak 55 kali serta penanganan buaya 48 kali. Keseluruhan penyelamatan dan evakuasi hewan selama 4 bulan terakhir berjumlah 111 kali.

Dalam kategori human rescue, Failu menjelaskan, pihaknya menangani 2 kali kejadian cincin yang sulit terlepas dari jari.

“Laporan soal cincin sulit dilepas ini memang kejadian yang unik dan baru. Mungkin karena warga bingung mau minta pertolongan kemana, ada orang datang ke sini setelah disuruh pihak rumah sakit untuk melepas cincin yang sulit dilepas. Setelah itu jadi bertambah yang ke sini,” ujarnya.

Baca juga:  Plt Direktur RSUD AM Parikesit Sampaikan Hasil Tes Kesehatan Bapaslon dari 3 Kabupaten di Kaltim

Selain menangani sulit lepas cincin, Damkar Kutim juga telah 11 kali menangani pencarian orang hilang dan 21 kali penanganan pohon tumbang. Adapun 5 kali kejadian yang terdapat dalam kategori lain-lain mulai dari penanganan kabel melintang, kanopi roboh, gerbang terkunci, hingga bendera tersangkut.

Dengan banyaknya laporan masalah warga ke Damkar Kutim yang semakin beragam ini, Failu menyatakan pihaknya tetap fokus pada peningkatan kapasitas dan teknis sumber daya manusia.

“Untuk sumber daya manusia, kami memiliki 245 personel yang tersebar di 10 pos Damkar di Kutim,” tandasnya. 

[EL | NON]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker