Nasional
Temui Jokowi, Bos ADB Sebut Siap Dukung Transisi Energi di Indonesia
Kaltimtoday.co, Jakarta - Pimpinan Asian Development Bank atau ADB mengunjungi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (18/2/2022). Pertemuan itu membahas sejumlah hal termasuk dukungan ADB terhadap transisi energi di Indonesia.
Hadir dalam  pertemuan tersebut Masatsugu Asakawa selaku President Asian Development Bank, Arif Baharudin selaku Excutive Director Representing Indonesia, dan Jiro Tominaga selaku Country Director, ADB Indonesia Resident Mission.
Sementara Jokowi didampingi sejumlah menteri, yakni Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, dan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.
Kepada Jokowi, ADB menyatakan dukungannya terhadap pembiayaan dalam transisi energi, termasuk pembiayaan lainnya pada sejumlah proyek yang sedang berjalan.
"Karena ada 14 proyek hari ini dan sudah cukup lama, 55 tahun, ADB bersama Indonesia," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa.
Baca Juga: Yayasan Planet Urgensi Luncurkan Buku PLH SD Pesisir, Dorong Siswa Jaga Ekosistem MangroveView this post on InstagramBaca Juga: Yayasan Mitra Hijau Himpun Suara Multipihak dalam FGD untuk Kebijakan Transisi Energi Berkeadilan
Tidak ada keterangan apakah akan ada lagi pembiayaan baru yang akan diterima Indonesia. Terakhir, ADB telah menyetujui pinjaman senilai US$ 150 juta untuk Indonesia lewat The Sustainable Development Goals Indonesia One-Green Finance Facility (SIO-GFF).
Mekanisme pinjaman ini pertama kalinya di Asia Tenggara. Tujuannya untuk membiayai setidaknya 10 proyek, dengan minimal 70 persen dari pembiayaan tersebut mendukung infrastruktur hijau dan sisanya mendukung SDG.
Lebih lanjut, kepada pimpinan ADB, Jokowi juga menjelaskan mengenai hilirisasi industri yang tengah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Menurut Suharso, Jokowi yakin jika hilirisasi industri akan bisa memberikan nilai tambah ekspor sekaligus memperbaiki neraca transaksi berjalan Indonesia.
"Tadi Bapak Presiden menyampaikan bahwa yang kita bisa peroleh bisa 1 berbanding 20, dari USD 1,1 miliar menjadi USD 20,1 miliar hanya karena satu aturan bagaimana kita tidak mengekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi dalam bentuk barang-barang jadi," jelasnya.
[NON | SR]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Indonesia-Australia Teken Traktat Keamanan, Perwira TNI Berpeluang Bertugas di Australia
- Daftar Tokoh Indonesia yang Namanya Muncul dalam Epstein Files, Apa Konteksnya?
- Sandi 'Jajanan Pasar' Hingga Kode 'Senayan', Tabir Gelap Proyek Chromebook Kemendikbud Terkuak
- Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Berisiko Krisis Struktural dan Pengangguran
- Update Klasemen Medali SEA Games 2025 Rabu Malam: Indonesia Bertahan di Posisi Kedua







