PPU

Bupati PPU AGM Sampaikan Nota Penjelasan APBD 2022

Kaltim Today
29 November 2021 13:12
Bupati PPU AGM Sampaikan Nota Penjelasan APBD 2022
Rapat Paripurna penyampaian nota penjelasan dan pandangan fraksi-fraksi DPRD terhadap RAPBD PPU tahun 2022. (istimewa).

Kaltimtoday.co, Penajam - Bupati Penajam Paser Utara (PPU),  Abdul Gafur Masud (AGM), menyampaikan nota penjelasan Rencana Anggaran dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2022 pada Sidang Paripurna DPRD pada Sabtu, (27/11/2021).

Pada kesempatan itu AGM mengatakan, dalam penyusunan APBD 2022 pihaknya memperhatikan beberapa hal seperti program prioritas RPJMD periode 2018 – 2023.

"Upaya-upaya untuk mewujudkan kondisi keuangan daerah yang sehat dan berkelanjutan terus dilaksanakan Pemerintah Kabupaten PPU, melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif, serta pengelolaan keuangan daerah yang bijak dan didasarkan pada sikap penuh kehati-hatian dan kecermatan dalam rangka pencapaian target program pembangunan secara efektif," jelasnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kaltim Today (@kaltimtoday.co)

RAPBD PPU Tahun Anggaran (TA) 2022 diharapkan semakin efektif dalam pencapaian upaya untuk memakmurkan masyarakat Kabupaten PPU. Selain itu, peran serta lembaga-lembaga pengawasan dan pemeriksaan keuangan negara, seperti BPK, BPKP, dan Inspektorat diperlukan untuk terus mengawasi perencanaan dan penggunaan anggaran daerah agar lebih efektif, efisien, transparan, akuntabilitas dan berdaya guna.

"Kami mencatat bahwa, ketergantungan pemerintah daerah terhadap sumber pendanaan dari pemerintah pusat masih cukup besar yaitu dana perimbangan sebagai sumber pendapatan utama daerah," ungkapnya.

Target Pendapatan pada RAPBD tahun anggaran 2022 sebesar Rp1.160.803.818.445 dengan rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp77.765.186.763, Pendapatan Transfer direncanakan sebesar Rp1.063.104.245.313 dan lain-lain Pendapatan yang sah direncanakan sebesar Rp19.934.386.369.

Sementara itu, untuk belanja secara keseluruhan direncanakan Rp1.099.673.142.808 terdiri dari belanja operasional, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja Transfer.

[ALF | NON]



Berita Lainnya