Samarinda

Gelar Vaksinasi Massal, SMPN 1 Samarinda Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Kaltim Today
09 September 2021 13:13
Gelar Vaksinasi Massal, SMPN 1 Samarinda Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka
Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Kaltimtoday.co, Samarinda - SMP 1 Samarinda akhirnya siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) setelah melakukan vaksinisasi masal bagi siswa pada Kamis (9/9/2021).

Bertempat di auditorium SMPN 1 Samarinda, sebanyak 1.037 siswa datang mengenakan seragam putih biru bergantian disuntik vaksin.

Pelaksanaan vaksinasi juga disaksikan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Kepada awak media, Andi Harun menyebut, pelaksanaan vaksinasi di SMP 1 sudah sangat bagus dengan penataan alur yang lancar.

"Diperkirakan, vaksinisai untuk 1.000 lebih siswa selesai hari ini. Ada 50 vaksinator yang turun membantu," ungkap Andi Harun.

Namun, menurutnya yang paling penting adalah SMP 1 Samarinda sudah semakin siap untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Terlebih lagi sejumlah guru sudah disuntik vaksin pula.

"Ini bergantung dengan pihak sekolah. Jika semuanya sudah siap dan vaksinasi hari ini selesai, berarti sudah siap. Dosis keduanya nanti akan diberikan sambil berjalan kegiatan belajar. Kan 28 hari," tambahnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kaltim Today (@kaltimtoday.co)

Jika nanti vaksin yang datang cukup untuk diberikan kembali pada siswa-siswi SMPN 1 Samarinda, pemberian dosis kedua pasti segera dilaksanakan. Intinya, dia menegaskan, proses vaksin harus mengikuti petunjuk nasional. Sebab syarat untuk menggelar PTM, guru dan siswa sudah harus disuntik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Samarinda, Mulyadi menyatakan sekolahnya siap gelar PTM pada minggu depan. Beberapa fasilitas sekolah seperti ketersediaan air juga sudah diperbaiki dan seluruh bagian sekolah telah dibersihkan. Jadwal pun sudah dibuat.

Mulyadi menjelaskan, desain PTM yang akan digelar oleh pihaknya. Untuk sesi 1, diisi dengan 50 persen jumlah per kelasnya. Sekolah dimulai sejak pukul 07.15 hingga 09.15 Wita. Kemudian, pukul 10.15 sampai 12.15 dimulai untuk sesi 2.

"Jadi per kelas tetap diisi hanya 16 siswa. Kami sekolah dari Senin sampai Jumat. 2 jam itu untuk 2 mata pelajaran (matpel). Biasanya, 2 matpel itu 40 menit. Tapi ini kami kasih 30 menit. Jadi 1 matpel itu 60 menit," bebernya.

Sebenarnya, pada Januari silam pihak sekolah sudah pernah meminta persetujuan tertulis dari orangtua siswa terkait setuju atau tidaknya mengikuti PTM. Namun, pihaknya akan kembali memperbaiki dan memperbaharui data yang sudah ada.

"Kemarin pertemuan daring di Zoom untuk sosialisasi kepada orangtua terkait tatap muka. Dipastikan guru dan siswa sudah divaksin. Jadi orangtua bisa mengomunikasikan setuju atau tidaknya," pungkas Mulyadi.

[YMD | NON]



Berita Lainnya