Kukar

Satgas Covid-19 Gelar Rapid Test Acak Selama 2 Pekan di Tempat Keramaian

Kaltim Today
05 Juli 2021 13:13
Satgas Covid-19 Gelar Rapid Test Acak Selama 2 Pekan di Tempat Keramaian
Suasana rapid antigen para pengunjung di tempat keramaian. (Supri/Kaltimtoday.co).

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Penegakkan Hukum (Gakkum) Satgas Covid-19 melaksanakan operasi yustisi protokol kesehatan (Prokes) pada Sabtu (3/7/2021) pukul 20.30 Wita.

Sekretaris Daerah (Sekda), Sunggono memimpin langsung operasi yustisi. Da mengatakan, kegiatan ini berdasarkan hasil rapat evaluasi dengan Satgas Covid-19 bersama seluruh camat dan kepala desa.

Hasil pantauan ternyata masih ada kegiatan masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi prokes.

Operasi yustisi bukan hanya sekedar memberikan himbauan bagi masyarakat maupun pemilik usaha. Tetapi melakukan rapid antigen secara acak ditempat kegiatan masyarakat.

"Kami akan melakukan rapid antigen secara random sampai dua pekan mendatang. Operasi yustisi sebagai inovasi kami memperluas kebijakan Surat Edaran Bupati Kukar dengan cara seperti ini," katanya.

 

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kaltim Today (@kaltimtoday.co)

Operasi gabungan terdiri Satpol PP, Polri-TNI, BPBD, Dishub dan Dinas Kesehatan Kukar menyasar berbagai tempat warung kopi. Malam tadi, tempat target sasaran yakni di Kopihak, angkringan stadion dan warung depan museum Mulawarman. Namun kedepan, bukan hanya cafe tetapi juga pasar, pasar malam dan tempat umum.

Setibanya di tempat tujuan, petugas langsung memberikan himbauan kepada pengunjung supaya tidak meninggalkan tempat duduk. Setelahnya, tim kesehatan menyasar puluhan orang secara random untuk di swab antigen, baik itu kalangan muda maupun tua.

"Malam ini kami siapkan persediaan rapid antigen sebanyak 100 alat dengan terfokus pada prioritas masyarakat yang belum divaksin,' terangnya.

Mantan Camat Muara Badak ini menambahkan, jika saat di swab ternyata ada yang reaktif. Pihaknya segera mengamankan dan membawa ke wisma atlet guna menjalani isolasi mandiri. Saat operasi sudah menyiapkan mobil ambulance bila suatu-suatu ada yang hasilnya reaktif atau positif.

"Sudah kami siapkan mobil ambulance untuk mereka yang mau dibawa ke wisma atlet," terangnya.

Salah satu pengunjung cafe Kopihak yang di rapid antigen, Fauzan (18) mengatakan, awalnya bersama teman-teman kaget saat didatangi aparat gabungan. Dia hanya menyangka sekedar memberikan himbauan protokol kesehatan. Tiba-tiba ada beberapa orang mengunakan alat pelindung diri, akhirnya disuruh rapid antigen karena belum divaksin.

"Awalnya kaget sih apalagi baru pertama kali di rapid. Untuk hasilnya negatif," tuturnya.

Dalam pantauan Kaltimtoday.co, saat petugas patroli di angkringan stadion rondong demang kelurahan Panji. Para pedagang rata-rata belum divaksin sehingga petugas mengambil langkah tegas dengan menutup sementara.

Agar dapat kembali beraktivitas, Gakkum Satgas Covid-19 meminta agar semua pendagang divaksin terlebih dahulu di puskesmas terdekat.

"Perintah pak Sekda untuk istirahat dulu. Sampai kapan, ya sampai para pedagang mau divaksin. Setelah mereka menunjukkan sertifikat vaksin kepada kita, baru boleh berjualan lagi sesuai pedoman surat edaran," timpal Koordinator Bidang V Satgas Covid-19, Fida Hurasani.

[SUP | NON]



Berita Lainnya