Samarinda
Temui Pemkot Samarinda, UPBU APT Pranoto Sampaikan Rencana Perluasan Lahan 148 Hektare untuk Infrastruktur Bandara

Kaltimtoday.co, Samarinda - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempunyai rencana demi mengembangkan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda secara bertahap sampai 2045 nanti. Pihak bandara pun berniat untuk memperluas lahan yang sebelumnya tercatat 13 hektare.
Demi membahas hal tersebut, pihak UPBU APT Pranoto bertemu dengan Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Dikonfirmasi awak media, Kepala UPBU APT Pranoto, Agung Pracayanto menjelaskan, pertemuan bersama Pemkot jadi penjajakan awal.
Adanya perluasan lahan bertujuan untuk pembenahan infrastruktur dan kelengkapan dari bandara sendiri. Tak hanya Pemkot, UPBU APT Pranoto juga menjalin koordinasi dengan Pemprov Kaltim. Bahkan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV juga berencana untuk membuat kolam retensi di dekat lokasi bandara. Tujuannya untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di lokasi dekat bandara.
“Permohonan lahan untuk dialokasikan ke Bandara APT Pranoto. Dari wali kota sendiri sudah mendukung, termasuk pihak lain,” jelas Agung.
Baca Juga: Kurangi Kepadatan Hunian Rutan, 11 WBP Samarinda Bebas Bersyarat Jelang Hari Raya Idulfitri 2025
Lihat postingan ini di Instagram
Ditambahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Sugeng Chairuddin, pengajuan tersebut memang berdasarkan dan mengacu pada usulan masterplan Kemenhub. Yakni terkait pengembangan dan perluasan Bandara APT Pranoto.
“Rencana dari kementerian untuk kapasitas penumpang di bandara menjadi 7,5 juta penumpang per tahun. Perkembangan terakhir, Bappenas meminta ditingkatkan hingga 20 juta, karena berhubungan dengan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN)," jelas Sugeng.
Sekitar 148 hektare lahan diperlukan. Walhasil, pembebasan lahan akan dilakukan Pemkot untuk menyediakan lahan yang dibutuhkan. Bicara soal anggaran, pemkot meminta untuk ditanggung oleh Kemenhub.
"Langkah awal seperti biasa, kami akan sosialisasi dulu ke masyarakat sekitar,” lanjutnya.
Sugeng juga menambahkan, ekspansi bandara juga bisa dihubungkan dengan rencana pembangunan transportasi monorel oleh pemkot. Nantinya akan menghubungkan APT Pranoto dan Sempaja.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Hero Mardanus Setyawan menjelaskan, untuk pembebasan lahan masih harus menunggu persetujuan wali kota. Diketahui dari 148 hektare yang diinginkan, 10 hektare-nya masuk ke wilayah Kukar.
Rencana perluasan juga sudah diantisipasi oleh pemkot. Sebelumnya, luasan diplotkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk alokasi lahan pengembangan APT Pranoto.
“Kurang lebih disiapkan 1.300 hektare. Yang jelas untuk perencanaan berapa puluh tahun ke depan dari kementerian langsung,” tandas Hero.
[YMD | NON]
Related Posts
- Sengketa Ganti Rugi Lahan Belum Selesai, Warga Blokir Tol Balikpapan-Samarinda
- Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Lapas, Polresta Samarinda Sita 5 Kg Sabu Senilai Rp3,75 Miliar
- Aksi Demo Mahasiswa di DPRD Kaltim Tolak RUU TNI, Potensi Ancaman Supermasi Sipil dan Demokrasi
- Dinkes Samarinda Pastikan 6 Puskesmas Tetap Beroperasi di Hari Lebaran
- Jelang Berbuka, Kejati Kaltim Bagi 500 Takjil untuk Masyarakat Samarinda