Samarinda
Terjunkan Relawan ke 10 Kecamatan, DLH Samarinda Targetkan 5.000 Liter Jelantah untuk Sulap Destinasi Wisata
Kaltimtoday.co, Samarinda - Diketahui, Pemkot Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah meluncurkan Program Jelantah Membangun Samarinda (JengRinda). Makin serius, DLH Samarinda turut menerjunkan relawan alias edukator pemberdayaan masyarakat yang datang langsung ke 10 kecamatan se-Samarinda untuk memaksimalkan donasi dari masyarakat luas.
Relawan yang menjadi edukator pemberdayaan masyarakat itu adalah mereka yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Ada beberapa tugas yang harus dipenuhi. Yakni memberikan edukasi tentang gerakan donasi kepada masyarakat, fasilitator kepada masyarakat untuk gerakan donasi, dan melakukan monitoring program donasi.
JengRinda terus digalakkan oleh DLH Samarinda. Terlebih lagi, mengingat bahwa program perbaikan lingkungan di Kota Tepian juga karena donasi JengRinda. Salah satunya hasil donasi dari Sahabat JengRinda untuk kategori OPD mampu disalurkan untuk fasilitas lingkungan. Salah satunya dilakukan untuk melengkapi tanaman dan rerumputan di Taman Tepian Mahakam serta pemasangan 1 unit neon box di Taman Odah Bekesah. Yakni papan berisi tata tertib selama di taman.
Kepala DLH Samarinda, Nurrahmani atau Yama menjelaskan bahwa, sejak awal JengRinda memang fokus untuk donasi. Namun, ke depannya ada agenda besar untuk tempat wisata yang akan dijadikan sebagai Kampung JengRinda.
"Nanti donasi yang sudah digerakkan oleh relawan itu, akan kami kumpulkan dan kami uangkan. Kemudian kami sulap daerah wisata. Misal posisinya nanti kan di Bukit Steling. Nanti UMKM masyarakat akan kami berdayakan juga," ungkap Yama kepada Kaltimtoday.co.
Baca Juga: 1.804 Pedagang Tempati Lapak Pasar Pagi Tahap Pertama, Polemik Hak Pemegang SKTUB Belum Usai
Lihat postingan ini di InstagramBaca Juga: Soal Penataan Lapak Pasar Pagi, Pedagang Sarankan Berbasis Arus Pembeli dan Perputaran Uang
Tempat wisata yang berpotensi akan semakin banyak mengundang minat orang, diyakini Yama akan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
"Saat ini belum selesai dapatnya, karena rencananya mau sampai 5.000 liter yang harus kami dapatkan. Semua kecamatan ada karena konsepnya 1 RT itu minimal 50 liter jelantah," lanjut Yama.
Program yang melibatkan relawan ini memang terbilang baru. Yakni diluncurkan per Desember 2021 lalu. Selain menyosialisasikan perihal JengRinda, para relawan juga harus menjelaskan terkait teknik pengumpulan jelantah.
"Relawan dari semua kecamatan selalu memberikan laporan. Pokoknya, kalau sudah 5.000 liter terpenuhi kami akan gongkan itu dan persiapkan untuk rencana aksi lapangannya," tegas Yama.
DLH Samarinda juga menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan PT Garuda Sinar Perkasa (GSP). Sehingga, jelantah yang berhasil dikumpulkan akan disetor dan dibeli oleh perusahaan tersebut.
"Kami memperluas kegiatan. Artinya, CSR itu bukan sekadar sekolah atau lingkungan. Kami ada aksi nyata supaya masyarakat melihat bahwa daripada jelantah dibuang, justru bisa dikumpulkan dan bisa jadi manfaat," tandas Yama.
[YMD | RWT]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- DPRD Kaltim Kritik Pengembangan RSUD Aji Muhammad Salehuddin II, SDM hingga Fasilitas Belum Maksimal
- Cegah Praktik Keuangan Ilegal, KUHP Baru Ancam Rentenir dan Pinjol Ilegal dengan Pidana Penjara
- Dua Bulan Beraksi Diam-Diam, ART Gasak Harta Kajari Samarinda
- Gedung 12 Lantai Depan UINSI Disorot TWAP Samarinda, Diduga Punya Izin Ganda dan Luasan Tak Sesuai
- Parkir Kontainer Liar di Palaran Disikat, Dishub Samarinda Gembosi Ban dan Bidik Perusahaan Pemilik









