Samarinda
Jelang Nataru, Pemkot Samarinda Kembali Hati-hati untuk Kawasan Kuliner Tepian Mahakam
Kaltimtoday.co, Samarinda - Diketahui pada 20 November 2021 lalu, pedagang di Tepian Mahakam Samarinda sudah kembali diizinkan untuk berjualan. Meski jumlahnya dibatasi, yakni hanya ada 27 rombong namun antusiasme warga Kota Tepian tetap tinggi.
Kendati demikian, kawasan Tepian Mahakam terancam bakal ditutup lagi oleh Pemkot Samarinda. Terlebih lagi, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) nanti, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengarahkan seluruh daerah di Indonesia untuk kembali menerapkan PPKM level 3. Penerapan tersebut akan dilakukan mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyebutkan, pihaknya segera menggelar rapat internal terkait status Tepian Mahakam. Pemkot juga akan mempertimbangkan dari sisi potensi.
"Kalau memang harus dipaksa tutup, ya tutup demi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat," beber Andi kepada awak media.
Baca Juga: Tuntut Kesempatan Kerja di Perairan Samboja, Masyarakat Pesisir Laporkan Pengurus Koperasi ke Kejati
Baca Juga: 993 Peserta Ikuti Psikotes TUNAS 2026 di Unmul, Jadi Satu-satunya Lokasi Tes di KalimantanLihat postingan ini di Instagram
Namun, Andi menjelaskan, seandainya jumlah aparat pemkot dan TNI-Polri memadai, maka ada kemungkinan bahwa Tepian Mahakam tak ditutup. Dengan catatan harus ada pembatasan yang cukup ketat dan nantinya diatur ke regulasi yang bakal dikeluarkan pemkot.
"Kalau aparat yang kami miliki mampu dikendalikan, (Tepian Mahakam) tidak ditutup atau hanya dibatasi. Tapi kalau sumber daya manusia (SDM) aparatnya tidak cukup, maka kami tidak mau ambil risiko. Akan ditutup," lanjutnya.
Orang nomor 1 di Samarinda itu juga terus mengingatkan masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada. Terlebih menjelang Nataru yang biasanya berpotensi menimbulkan keramaian. Terkait adanya penerapan PPKM level 3 yang diarahkan oleh Kemendagri, dirinya menyambut baik kebijakan itu. Mengingat pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir.
"Jadi ambil positifnya. Kami akan bertemu dengan TNI-Polri, pemuka agama, dan yang biasa melaksanakan tahun baru agar dilakukan sehati-hati mungkin. Untuk menghindari Covid-19," tutupnya.
[YMD | NON]
Related Posts
- Audit Kemenkes Tak Temukan Masalah, RSUD AWS Akui Ada SOP yang Perlu Disempurnakan
- 900 Mahasiswa Baru UINSI Dikenalkan Cara Kelola Uang Sejak Dini, Pegadaian Edukasi Tabungan Emas
- Pokja 30 Soroti Panjangnya Akses Informasi Pertambangan di Kaltim
- Berjijibaku 60 Hari Lawan Karhutla, Petugas Damkar Samarinda Sujud Syukur Diguyur Hujan Deras
- Jelang Grand Final, Empat Finalis Duta Anak Samarinda 2026 Berbagi Cerita Persiapan dan Cara Bagi Waktu









