Samarinda
GeNose Direncanakan Hadir di Bandara APT Pranoto, Pemprov Kaltim: Selama Ada yang Simpel dan Murah, Mengapa Tidak?
Kaltimtoday.co, Samarinda - Diketahui, dalam waktu dekat ini Bandara APT Pranoto Samarinda akan menerapkan alat tes deteksi virus Covid-19, GeNose. Bandara di Kawasan Sungai Siring itu akan jadi pilot project untuk penggunaan alat yang dibuat oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Bandara APT Pranoto, Agung Pracayanto membenarkan penerapan GeNose itu. Berdasarkan arahan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) melalui surat Direktur Keamanan Penerbangan, Bandara APT Pranoto memang ditunjuk.
Asisten I Sekdaprov Kaltim, M Jauhar Efendi menyampaikan bahwa, laporan detail perihal penerapan itu memang belum ada. Namun, jika memang nantinya terlaksana, maka akan sangat membantu untuk meringankan para calon penumpang di bandara.
"GeNose ini kan dibuat oleh UGM. Produk lokal. Penggunaannya juga simpel. Peralatannya harus beli, biayanya akan jauh lebih murah," ungkapnya pada Selasa (16/3/2021).
Di Pulau Jawa, GeNose sudah mulai diterapkan, khususnya di sebagian stasiun kereta api. Selain penggunaan yang sederhana, tingkat akurasi GeNose di atas 90 persen.
View this post on Instagram
"Pemprov Kaltim akan bersikap selama ada peralatan yang lebih mudah, simpel, dan murah. Kenapa tidak?" lanjutnya.
Diketahui, 1 unit GeNose beserta kelengkapannya dibanderol Rp 100 juta. Sudah meliputi laptop dan Bahan Habis Pakai (BHP). Di antaranya adalah kantong dan filter. Seandainya ada 100 kali pemeriksaan, maka filter alat mesti diganti. Termasuk ketika setelah pemeriksaan ada hasil positif, filter pun wajib diganti.
Secara teknis, idealnya GeNose mesti diletakkan di ruang terbuka. Tidak diperkenankan untuk menaruh GeNose dekat dengan bahan yang mengandung alkohol dan parfum.
Sebab, bahan seperti itu mampu menyebabkan hasil tes dari GeNose tak akurat. Ada beberapa hal pula yang harus diperhatikan seseorang ketika ingin menggunakan alat itu.
Sebelum pemeriksaan, ada baiknya sekitar setengah jam tidak mengonsumsi makanan atau minuman. Jika sebelum diperiksa telanjur menyikat gigi dengan kandungan mint yang tinggi, disarankan untuk berkumur. Bahkan makanan beraroma kuat seperti jengkol dan pete berpotensi membuat hasil tes tak akurat atau false positive.
Di Samarinda, alat tersebut akan beroperasi di RSUD IA Moeis. Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda juga berencana akan melengkapi beberapa Puskesmas dengan GeNose untuk memudahkan tracing.
[YMD | RWT]
Related Posts
- Kabut Asap Pekat Selimuti Samarinda, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
- Kabut Asap Makin Pekat, KBM Tatap Muka di Samarinda Dihentikan Sementara
- Dies Natalis ke-45 UMKT: Mahasiswa Tembus 12.431 dan 20 Prodi Raih Predikat Unggul
- Kaltim Raih Penghargaan Akses Pendidikan Terbaik, Mahasiswa Asal Paser Ukir Prestasi
- Listrik Sering Padam Bergilir, Komisi III DPRD Samarinda Bakal Panggil Manager PLN








