Daerah

Phoebe Stephanie Asal Samarinda yang Larut dalam Kehangatan Perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat

Yasmin Medina Anggia Putri — Kaltim Today 28 November 2023 18:13
Phoebe Stephanie Asal Samarinda yang Larut dalam Kehangatan Perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat
Phoebe Stephanie saat merayakan Thanksgiving dengan keluarga angkatnya di Amerika Serikat. (IST)

Kaltimtoday.co, Samarinda - 2023 ini, menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Phoebe Stephanie. Siswa SMA Budi Bakti Samarinda itu tak pernah menyangka bisa menginjakkan kakinya di Amerika Serikat. Apalagi, dia disambut hangat oleh keluarga angkatnya dan berkesempatan merayakan Thanksgiving bersama. 

Phoebe begitu antusias berbagi cerita mengenai pengalamannya selama di Negeri Paman Sam itu. Dia bisa bertandang ke Amerika Serikat karena mengikuti program pertukaran pelajar Kennedy Lugar Youth Exchange Study (KL-YES) yang didukung oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. 

“Usia saya 17 tahun dan di Amerika, saya bersekolah di North Smithfield High School selama 10 bulan sebagai murid kelas 12. Saya sudah 3 bulan di sini,” ungkap Phoebe. 

Bisa bersekolah di Amerika Serikat terasa seperti mimpi bagi Phoebe. Sebab mulai Senin hingga Jumat, Phoebe mesti berangkat dan pulang sekolah menggunakan bus berwarna kuning yang autentik dan khas itu. 

“Dari hari Senin hingga Jumat setiap minggu, saya diantar jemput ke sekolah oleh bus kuning yang selama ini hanya saya lihat dari layar kaca,” tambah Phoebe. 

Saat ini, Phoebe tinggal di negara bagian Rhode Island bersama orangtua angkatnya, David Hughes dan Susan St Cyr, serta saudari angkatnya yang bernama Lydia Hughes. Phoebe mengatakan, keluarga barunya itu sangat menerima keberadaannya dengan baik. 

“Saya jadi bagian dari keluarga Hughes dan kami hidup bersama 4 anjing, 1 kucing, dan 5 ayam yang kami pelihara,” sambung Phoebe. 

Sebagai orang Indonesia yang tinggal di luar negeri, tentu Phoebe mesti beradaptasi dengan berbagai perbedaan lingkungan dan budaya. Namun dia bersyukur, keluarga angkatnya juga sangat menghormati keberagaman dan antusias mempelajari budaya Indonesia. 

“Orangtua angkat saya sangat senang dipanggil ayah dan bunda,” lanjut dia.

Perayaan Thanksgiving akan jadi salah satu momen tak terlupakan bagi Phoebe. Apalagi, ini yang perdana untuknya. Pada 23 November 2023 lalu, dia bersama keluarga angkatnya merayakan Thanksgiving bersama. 

Sederhananya, Thanksgiving merupakan salah satu hari raya yang bertujuan untuk menyatukan keluarga dalam satu meja makan. Kemudian, keluarga saling mengucap Syukur atas hasil panen yang didapat. 

Thanksgiving dirayakan pada hari Kamis ke-4 tiap November. Seluruh dekorasi di sekolah, restoran, maupun jalan raya bertemakan labu oranye, daun merah, dan ucapan-ucapan syukur untuk menyambut datangnya Thanksgiving sejak Halloween usai pada akhir Oktober lalu. Ayam kalkun dan segala jenis keju beserta sayuran mulai dipajang untuk mengundang mata di pusat-pusat perbelanjaan. 

“Saya dan keluarga angkat saya sangat antusias merayakan Thanksgiving pertama saya. Kami pergi ke rumah Tante Amy, saudari dari bunda, di Sandwich, Massachusetts untuk merayakan Thanksgiving bersama dengan keluarga besar,” ujar Phoebe. 

Hari itu, Phoebe dan keluarga angkatnya bergegas ke Sandwich, Massachusetts dari tempat tinggalnya sekitar pukul 10 pagi. Perjalanan ditempuh dalam kurun waktu sekitar 1 jam. Jika dia berangkat pada pukull 10 pagi, artinya di Samarinda sudah pukul 11 malam. 

“Soalnya perbedaan waktunya kan 13 jam. Kami tiba di Sandwich itu sekitar pukul 11.30 pagi. Begitu sampai, kami disambut oleh Om Carl, Tante Amy, dan Tante Lori,” ujar Phoebe antusias. 

Phoebe mengatakan, keluarga dari bunda angkatnya itu juga tak kalah ramah dan menyambutnya dengan hangat. Dekorasi di rumah Tante Amy yang dikunjunginya pun sangat memanjakan mata Phoebe. 

“Saya langsung mengeluarkan ponsel untuk ambil beberapa gambar. Tentunya setelah minta izin dengan beliau,” jelasnya. 

Sesampainya di sana, Phoebe bersama saudari angkatnya, Lydia turut membantu ayah dan bundanya menyusun semua makanan pembuka yang telah mereka bawa dari rumah. 

Phoebe dan Lydia juga Kembali antusias kala melihat seekor anak anjing ras Boykin Spaniel dengan surai hitam yang lucu. Rupanya, Tante Amy dan Om Carl baru saja mengadopsi anjing tersebut. Nama anjing itu adalah Tally.

“Saya sama Lydia bergantian gendong Tally dan kami juga membawanya ke halaman belakang untuk bermain dengan anjing mereka yang lain, Frankie,” bebernya. 

Saatnya menyantap kudapan pembuka yang dibawa bunda angkat Phoebe di dalam rumah. Seingatnya, saat itu ada berbagai jenis biskuit, keju, serta selai yang selama ini jarang Phoebe jumpai di Indonesia. 

Menu yang dihidangkan saat Phoebe Stephanie rayakan Thanksgiving dengan keluarganya. (IST)

Kemudian, kudapan lain kembali dihidangkan. Ada scones blueberry dan apel. Phoebe juga senang melihat bunda bersama saudari-saudarinya bisa berkumpul kembali, karena mereka memang sudah lama tak bertemu.

“Di momen itu, saya mengobrol dengan mereka semua secara singkat. Memperkenalkan diri dan menjelaskan program pertukaran pelajar KL-YES. Mereka antusias karena ini perayaan Thanksgiving pertama saya,” ucap Phoebe.

Tibalah untuk menyantap hidangan utama. Menu-menunya beragam. Mulai ayam kalkun, mashed potatoes, squash, cranberry sauce, stuffings, dan gravy. Selingan canda tawa menghiasi ruang makan saat itu. Beberapa kali, Phoebe bisa merasakan Frankie berlalu lalang di bawah meja selagi dirinya makan, sementara Tally tertidur pulas di kandangnya. 

“Di sela-sela makan siang, Lydia mengeluarkan ponselnya dan berkata kalau Jazel Hughes, saudarinya yang sedang dalam program pertukaran pelajar CBYX ke Jerman, ingin melakukan panggilan video untuk mengucapkan selamat Thanksgiving. Kami berbincang sebentar dengan Jazel,” sambungnya. 

Setelah makanan utama selesai, Phoebe dan keluarga mulai menyicipi makanan penutup. Ada 3 jenis pai yang dikeluarkan yakni pai apel, pai cokelat, dan pie kacang pecan. 

“Setelah makan, kami berjalan-jalan ke pantai dekat rumah. Kami setuju dan langsung pakai mantel, syal, topi, dan sarung tangan supaya enggak terganggu dengan dinginnya musim gugur,” paparnya. 

Phoebe Stephanie bersama keluarga dari ibu angkatnya saat berjalan-jalan di pantai daerah Sandwich, Massachusetts. (IST)

Hari menjelang malam, Phoebe pun memutuskan untuk kembali ke rumah Tante Amy. Keluarganya mulai sibuk kembali untuk menyiapkan makan malam. Kali ini, menunya cukup unik.

“Masing-masing dari kami bebas memilih roti dan membuat sandwich kami masing-masing menggunakan bahan-bahan serupa seperti tadi siang. Semua orang tidak berhenti memuji kalkun sedap buatan Om Carl,” lanjut Phoebe.

Setelah selesai makan, seperti keluarga lain pada umumnya, bunda angkat Phoebe dan sanak saudaranya mulai membungkus sisa kalkun, squash, dan mashed potatoes untuk dibawa pulang ke rumah. Kata Phoebe, makanan-makanan itu bisa kembali mereka santap di keesokan harinya. 

“Sebelum pulang, keluarga bunda kembali mengajak saya bicara. Ada yang bertanya soal budaya Indonesia dan saya sangat senang ketika ada yang penasaran dengan budaya Indonesia, karena menurut saya, budaya kita sangat unik dan indah,” jelas Phoebe. 

Merayakan Thanksgiving pertama ini akan jadi momen yang tak terlupakan bagi Phoebe selama menjalani pertukaran pelajar di Amerika Serikat. Menurutnya, kehangatan dan kebersamaan keluarga yang dia dapatkan di momen ini jadi esensi terpenting. 

“Thanksgiving bukan hanya bersyukur atas panen yang telah didapatkan, tetapi juga bersyukur atas keluarga dan kerabat yang kita miliki,” tandasnya.

[RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya